![]() |
| FOTO : Pengurus DPC GAMKI Haltim foto bersama dengan beberapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) usai melaksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Kamis (25/6) di Aula Marfa, Kota Maba. |
Ketua DPC GAMKI Halmahera Timur, Angel Maudul, menyatakan bahwa lompatan ekonomi dari sektor pertambangan bak pisau bermata dua. Di satu sisi membawa investasi besar, namun di sisi lain menyisakan persoalan pelik bagi masyarakat lingkar tambang.
"Industrialisasi dan hilirisasi nikel di daerah kita membawa berkah, tetapi di balik koin emas itu, ada air mata rakyat yang menetes," ujar Angel dalam pidato pelantikan pengurus DPC GAMKI Halmahera Timur, sebagaimana rilis yang diterima Kritikpost.id.
Angel menegaskan, GAMKI Haltim menolak menjadi penonton yang bisu di tengah pusaran industri ekstraktif tersebut. Oleh karena itu, gerakan advokasi akan dijadikan pilar ketiga yang menjadi roh perjuangan organisasi dalam tiga tahun ke depan.
Menolak Bisu, Kawal Lima Isu Krusial
Dalam kepengurusan periode ini, GAMKI Halmahera Timur berkomitmen memfokuskan kerja-kerja organisasi untuk mengawal hak-hak masyarakat setempat yang terdampak langsung oleh aktivitas industri.
Angel merinci ada lima persoalan krusial di sektor pertambangan yang luput dari penyelesaian konkrit dan memerlukan advokasi segera.
"Dalam tiga tahun ke depan, fokus advokasi kita akan diarahkan secara tegas pada lima persoalan krusial: persoalan kesejahteraan buruh dan kerusakan lingkungan, PHK sepihak, serta sengketa dan perampasan lahan masyarakat adat," kata Angel menegaskan.
Keseimbangan Investasi dan Ruang Hidup
Persoalan perampasan lahan masyarakat adat dan ancaman kerusakan lingkungan akibat eksploitasi nikel menjadi perhatian paling disorot. GAMKI mengingatkan bahwa hak atas tanah leluhur dan keberlanjutan ekologi tidak boleh ditumbalkan atas nama pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang kerap menimpa buruh lokal di perusahaan tambang turut menjadi agenda prioritas yang akan dikawal secara hukum dan kelembagaan.
Hilirisasi nikel di Maluku Utara, khususnya Halmahera Timur, memang terus dipacu sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional.
Namun, melalui momentum pelantikan ini, GAMKI mendesak pemerintah daerah dan pelaku industri untuk mengevaluasi komitmen mereka terhadap perlindungan tenaga kerja lokal serta pemulihan lingkungan hidup.
Sebagai informasi, pelantikan pengurus DPC GAMKI Haltim Masa Bakti 2026-2029 sebelumnya dilaksanakan pada Kamis (25/6) di Kota Maba.
Angel Maudul dilantik sebagai Ketua Cabang dan akan mendampinginya dalam kepemimpinan selama tiga tahun kedapan Atfentri Tahalele, Eben Toujoung, Florensia Mandang sebagai Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara Cabang, total terdapat 45 orang dalam struktur kepengurusan DPC GAMKI Haltim Masa Bakti 2026-2029
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Cabang, Angel menegaskan terdapat empat arah gerakan yang menjadi fokus utama yaitu Gerakan Persatuan, Gerakan Pemikiran, Gerakan Advokasi dan Gerakan Profesi. (Red)
