![]() |
| Foto: Pdt. Melky Molle |
DALAM demokrasi, pemerintah tidak memerlukan pujian yang berlebihan, tetapi penilaian publik yang jujur dan proporsional.
Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, melainkan dari tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap arah pemerintahan.
Karena itu, kepemimpinan Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., bersama Dr. Hj. Kasman, menjadi momentum yang layak dibaca sebagai fase peletakan fondasi pembangunan.
Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi sejumlah langkah yang telah ditempuh memperlihatkan adanya kesungguhan untuk mengembalikan pemerintah sebagai pelayan masyarakat yang perlu diteladani.
Dengan demikian, Pemuda Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) menilai pembangunan tidak boleh dipahami sebatas angka pertumbuhan ekonomi atau deretan proyek infrastruktur.
Pembangunan harus menghadirkan rasa keadilan, membuka akses pelayanan publik yang lebih baik, serta mengurangi kesenjangan antar wilayah.
Karena itu, setiap ikhtiar pemerintah yang sungguh-sungguh menjawab kebutuhan rakyat patut memperoleh apresiasi masyarakatnya.
Apresiasi tersebut bukanlah ekspresi kedekatan politik, melainkan wujud kedewasaan masyarakat sipil dalam mengakui kerja-kerja pemerintahan yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan bersama.
Karena itu, beberapa langkah strategis pemerintah daerah mulai menunjukkan arah yang jelas. Keseriusan Bupati Dr. Piet Hein Babua., M.Si, melobi dukungan anggaran Pemerintah Pusat untuk pembangunan infrastruktur, penyelesaian persoalan kepesertaan BPJS masyarakat, pembayaran hak-hak aparatur desa melalui penghasilan tetap Kepala Desa dan perangkat desa.
Tak hanya itu, perhatian terhadap pembangunan ruas jalan strategis, seperti jalan Kusuri ke Kai, termasuk akses menuju wilayah Loloda dan ruas jalan dari kawasan Kantor Bupati menuju Desa Gamhoku, menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada retorika pembangunan.
Pembangunan mulai diterjemahkan sebagai upaya menghadirkan negara hingga ke ruang-ruang yang selama ini dirasakan keterbatasannya. Yang patut diapresiasi bukan semata hasil akhirnya, melainkan cara kepemimpinan yang dijalankan oleh pemerintahan bupati Dr. Piet Hein Babua, M.Si. dan Wakil Bupati Dr. Hj. Kasman.
Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang tidak mengukur seseorang dari kedekatan politik, status sosial, latar belakang agama, maupun posisi ekonominya.
Halmahera Utara adalah rumah bersama yang dihuni oleh masyarakat dengan identitas yang beragam. Karena itu, pelayanan publik harus berdiri di atas prinsip kesetaraan.
Pemuda GMIH melihat bahwa semangat tersebut mulai menjadi bagian dari wajah pemerintahan hari ini, bekerja tanpa membangun sekat antara yang dianggap besar dan kecil, antara pusat kota dan pinggiran desa, serta antara kelompok mayoritas dan minoritas. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting bagi terbangunnya kepercayaan publik.
Sebagai organisasi kepemudaan gerejawi, Pemuda GMIH memandang pemerintah bukan sebagai pihak yang harus diuji tanpa batas ataupun dicurigai tanpa alasan. Dalam tradisi demokrasi yang sehat, pemerintah dan masyarakat sipil merupakan dua unsur yang saling menguatkan.
Pemuda GMIH mengapresiasi dan tetap mengawal pemerintahan saat ini, sekaligus menjaga ruang kritik yang objektif dan bertanggung jawab. Halmahera Utara sesungguhnya tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik. Daerah ini juga membutuhkan tumbuhnya optimisme kolektif pada setiap warga Halmahera Utara.
Jalan yang dibangun harus mempertemukan desa dengan pusat ekonomi, pelayanan kesehatan harus menjangkau masyarakat desa ke kota dan kebijakan pemerintah harus mampu menghadirkan rasa memiliki terhadap daerah ini.
Pembangunan sejati selalu dimulai ketika rakyat merasakan bahwa pemerintah hadir bersama mereka, bersama mereka yang membutuhkan sentuhan dan kepedulian pemerintah.
Atas dasar itulah, Pemuda GMIH memberikan apresiasi terhadap kerja-kerja Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Kepemimpinan Dr. Piet Hein Babua, M.Si. bersama Dr. Hj. Kasman, harus di ditopang sekaligus menjadi harapan agar konsistensi tersebut terus dipelihara pada tahun-tahun berikutnya.
Sebab, kepemimpinan yang dikenang sejarah bukanlah kepemimpinan yang banyak bicara, melainkan kepemimpinan yang menghadirkan keadilan, merawat persatuan, membangun tanpa membeda-bedakan, dan meninggalkan warisan berupa meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Ketika pemerintah mampu bekerja setara bagi semua, di situlah pembangunan menemukan makna terdalamnya. Dengan demikian pemuda GMIH berkomitmen tetap bersama, memberi kontribusi pemikiran dalam pembangunan daerah Kabupaten Halmahera Utara bersama Bupati Dr. Piet Hein Babua, M.SI dan Dr. Hj. Kasman.
SETARA - Selalu Tampil Amanah bagi Rakyat Halmahera Utara. Dengan demikian, harapan Pemuda GMIH, adalah jangan ganggu kerja-kerja bupati dan wakil bupati Halmahera Utara, sehingga upaya pemerintah dalam melaksanakan tugas pembangunan daerah dapat berjalan sesuai harapan bersama rakyat Halmahera Utara.
Penulis: Pdt. Melky Molle, S.Th.,M.Pd
Editor: Redaksi
