KRITIKPOST.ID, JAKARTA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Daerah Pemilihan Maluku Utara, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Izzuddin Alqassam Kasuba, menyuarakan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pariwisata di Maluku Utara.
Foto: Izzuddin Alqassam Kasuba (Anggota DPR RI) Fraksi PKS
Kekecewaan tersebut disampaikan menyusul pembatalan sedikitnya 11 agenda pariwisata besar yang seharusnya digelar sepanjang 2025, termasuk Festival Tanjung Waka, yang dinilai berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Menurut Alqassam, Maluku Utara memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, mulai dari keindahan alam bawah laut, kekayaan budaya, hingga nilai sejarah yang unik.
Namun, potensi tersebut belum tergarap optimal akibat keterbatasan alokasi anggaran dan kurangnya perhatian strategis dari pemerintah pusat.
“Kami sangat menyayangkan pembatalan event pariwisata, yaitu Festival Tanjung Waka pada 2025. Festival ini bukan sekadar pesta rakyat, tetapi harapan besar bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di Maluku Utara. Pembatalan ini tentu sangat menyakitkan,” ujar Alqassam, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan bahwa Festival Tanjung Waka selama ini menjadi agenda budaya dan pariwisata yang selalu dinantikan masyarakat serta memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi ekonomi lokal.
Alqassam menambahkan, pembatalan berbagai agenda pariwisata bukan hanya berarti hilangnya kalender kegiatan, tetapi juga hilangnya peluang bagi pelaku UMKM, pekerja seni, penyedia jasa akomodasi, serta masyarakat luas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mempromosikan potensi daerah.
“Pemerintah pusat seharusnya melihat ini sebagai prioritas, bukan menomorduakan potensi daerah yang sangat besar,” tegasnya.
Mewakili aspirasi masyarakat Maluku Utara, Alqassam mendesak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta kementerian terkait lainnya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, mengalokasikan anggaran yang memadai, dan menyusun strategi jangka panjang bagi pengembangan pariwisata di Maluku Utara.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang sehingga potensi pariwisata Maluku Utara dapat berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Seharusnya sebagian anggaran event di daerah yang sudah mapan, seperti di Jawa atau Bali, dapat dialihkan untuk memperkuat potensi wisata di kawasan timur. Jangan biarkan kami berjuang sendiri dengan fasilitas terbatas,” pungkasnya.(RD/Red)