Desa Sayoang Darurat Kriminal, Guru SDN 258 Halsel Jadi Korban Penembakan OTK

Editor: KRITIKPOST.ID

Foto: YP (Korban Penembakan OTK Didesa Sayoang)
KRITIKPOST.ID, HALSEL – Aksi kriminal kembali menggemparkan warga Desa Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan. 

Seorang guru SDN 258 Halmahera Selatan, Jansen Lazarus Filipi Paulus (30), diduga menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat hendak berangkat menuju tempat ibadah, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 19.20 WIT.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian dada kanan yang diduga disebabkan proyektil dari senjata tabung (bets). 

Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Marabose.

Saat ditemui awak media di RSUD Marabose, Kamis (23/7/2026), Jansen menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. 

Ia mengaku berangkat dari rumahnya yang berada di kawasan perbukitan menggunakan sepeda motor menuju tempat ibadah. 

Untuk mencapai lokasi, ia harus melewati jalan yang menurun.

Namun, di tengah perjalanan, korban tiba-tiba merasakan hentakan keras disertai rasa nyeri hebat pada bagian dada kanan. 

Saat itu ia mengira hanya mengalami benturan biasa hingga akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda motornya.

"Setelah jatuh saya bangun dan melihat baju sudah berlumuran darah. Saya kemudian kembali ke rumah. Setelah membuka baju, baru saya melihat ada luka di dada kanan," ujar Jansen.

Korban menduga tembakan berasal dari arah depan. Dugaan tersebut didasarkan pada posisi luka yang berada di dada kanan, sementara proyektil diduga menembus hingga ke bagian belakang tubuh.

Melihat kondisi korban yang terus mengeluarkan darah, pihak keluarga segera membawanya ke RSUD Marabose untuk mendapatkan penanganan medis. 

Hingga kini, korban masih menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif.

Jansen juga mengaku menduga dirinya menjadi sasaran pelaku. 

Meski demikian, dugaan tersebut masih menunggu pembuktian melalui proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.

Sementara itu, mertua korban, Yosias Rumapar, mendesak Polres Halmahera Selatan agar segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, keluarga korban kini diliputi rasa takut sejak peristiwa itu terjadi.

"Kami mendesak Polres Halmahera Selatan segera mengungkap pelaku dan motifnya. Ini bukan kejadian biasa. Menantu saya menjadi korban saat hendak pergi beribadah. Keluarga kami sekarang sudah tidak merasa aman. Jangan sampai pelaku terus berkeliaran dan ada korban berikutnya," tegas Yosias.

Ia berharap penyidik segera mengumpulkan barang bukti, mengidentifikasi pelaku, serta mengungkap motif di balik dugaan penembakan tersebut agar keluarga korban memperoleh kepastian hukum dan rasa aman.

Peristiwa ini juga memicu keresahan masyarakat Desa Sayoang yang menilai situasi keamanan di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian serius. 

Warga berharap aparat kepolisian meningkatkan pengamanan sekaligus mempercepat pengungkapan kasus agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaku maupun motif dugaan penembakan terhadap guru SDN 258 Halmahera Selatan tersebut masih dalam penyelidikan Polres Halmahera Selatan. 

Pihak keluarga berharap proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. 


Editor: RD

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Copyright © 2021 KritikPost.id | Powered By PT. CORONGTIMUR MEDIA GRUP - All Right Reserved.