KRITIKPOST.ID, JAKARTA — Tokoh muda sekaligus aktivis asal Pulau Obi, Brayen Putra Lajame, mengapresiasi langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang menggelar pertemuan sinergi bersama PT Harita Group. 
Foto: Brayen Putra Lajame (Tokoh Muda Asal Obi
Pertemuan ini dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mengakselerasi pembangunan wilayah.
Agenda bertajuk "Temu Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel)" tersebut berlangsung di Aula Nuku Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Ketua DPRD Maluku Utara Iqbal Ruray, Direktur Utama Harita Nickel Roy Arman Arfandy, jajaran direksi (Donal J. Hermanus, Latif Supriyadi, Mocktar Sindang), jajaran Forkopimda, Rektor Universitas Khairun Ternate Abdullah W. Jabid, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam keterangannya, Brayen yang juga Alumni Magister Administrasi Publik UNAS Jakarta menekankan pentingnya ruang dialog yang membuahkan komitmen konkret, khususnya untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Pulau Obi yang memiliki peran vital bagi perekonomian daerah.
"Sudah saatnya pemda dan dunia usaha duduk bersama menyampaikan kebutuhan prioritas secara terbuka, terutama sektor yang belum ter-cover APBD seperti jalan lingkar Pulau Obi. Dengan begitu, kontribusi perusahaan bisa tepat sasaran dan melahirkan rasa tanggung jawab bersama dalam membangun daerah," ujar Brayen.
Ia menegaskan, forum ini harus menjadi pijakan awal menuju komitmen yang lebih terarah dan komprehensif.
Mengingat status Pulau Obi sebagai salah satu kontributor Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Maluku Utara sekaligus Kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2020, dampaknya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.
"Sebagai penopang PAD dan kawasan PSN, Pulau Obi membutuhkan integrasi program yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat—baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga kemandirian ekonomi," tambah Brayen.
Lebih lanjut, Brayen mendorong Harita Group untuk tidak berhenti pada tataran jargon 5 pilar utama (pengembangan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian sosial budaya).
Pilar-pilar tersebut harus direalisasikan melalui aksi nyata, salah satunya berkolaborasi dengan Pemprov Maluku Utara untuk mempercepat pembangunan jalan lingkar Obi guna membuka aksesibilitas dan memacu pertumbuhan ekonomi warga setempat.
Sebagai perwakilan pemuda dan aktivis, Brayen menyatakan kesiapannya untuk terus memberikan masukan konstruktif serta mengawal kolaborasi ini agar berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada rakyat.
“Investasi boleh tumbuh dan industri boleh berkembang, tetapi masyarakat harus menjadi penerima manfaat utamanya. Program CSR tidak boleh berhenti sekadar bantuan formalitas, melainkan menjadi solusi pembangunan berkelanjutan. Pembangunan Jalan Lingkar Obi wajib dijadikan skala prioritas,” pungkasnya.
Editor: RD