KRITIKPOST.ID, MOROTAI — Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Pulau Morotai, Refly Lahengking, akhirnya buka suara terkait pemberitaan yang beredar mengenai dirinya menebar narasi ancaman.
Dilansir dari RadarTimur.id (30/10/2026), Refly diduga menebar ancaman terhadap Kepala Sekolah SD Negeri 51 Libano dalam sebuah percakapan di grup WhatsApp internal GAMKI Pulau Morotai.
Namun usut punya usut, Ardianto diduga lebih dulu mengancam salah satu anggota GAMKI Pulau Morotai, Marlion Peleu, katanya "Tong baku bala.'
Atas hal itu, Refly pun membalas isi percakapan tersebut katanya, "Beliau ini yang dulu lawan kras RR dan sekarang ngekor. Nanti kalo audiens deng Bupati baru mo bala-kore pa dia."
Diketahui, perselisihan tersebut bermula dari dinamika konsolidasi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Pulau Morotai, yang bagi Refly dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan sejumlah unsur organisasi Kristen.
Menurut Refly, organisasi Kristen seperti GAMKI, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Morotai, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Daerah Pulau Morotai, dan para Pendeta Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) yang berdomisili di Morotai, harusnya dilibatkan dalam konsolidasi tersebut.
Selain itu, ia juga mempertanyakan kelayakan Rio Christian Pawane sebagai Ketua PIKI Pulau Morotai. Pasalnya, Rio diketahui belum memiliki gelar sarjana.
Lebih lanjut, ia menilai bahasa bernada ancaman itu tidak pantas diucapkan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), apalagi Ardianto adalah tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Refly yang juga merupakan pendukung fanatik Rusly-Rio pada Pilkada 2024 kemarin, pun berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Pulau Morotai.
Sebab baginya, persoalan tersebut sudah turut melebar setelah percakapan internal grup WhatsApp GAMKI diduga dibagikan oleh Ardianto kepada Wakil Bupati Pulau Morotai dalam bentuk tangkapan layar.
Akibatnya, salah satu anggota GAMKI yang menjabat sebagai Sekretaris Desa, mendapat panggilan dari Wakil Bupati setelah unggahan mengenai Ketua dan Sekretaris PIKI Pulau Morotai beredar di grup WhatsApp GAMKI.
Refly pun menyatakan akan mengambil langkah organisasi terhadap Ardianto. Ia menilai penyebaran percakapan internal tersebut telah mencederai etika dan marwah organisasi. (Red).
