KRITIKPOST.ID, MALUT — Salah satu rapper asal Tobelo, Maluku Utara, Abraham Malubaya Bale, baru-baru ini berhasil menciptakan sejarah baru dalam panggung musik hip-hop tanah air.
Bagaimana tidak? Rapper dengan nama panggung Abam Rap itu, baru saja menerbitkan karya dalam bentuk buku yang berjudul "Islam & Hip-hop: Narasi Syari'at Islam dalam Kultur Musik Hip-hop Zein Panzer di Maluku".
Saat diwawancarai wartawan Kritikpost.id, Abraham menyampaikan bahwa buku tersebut berisi kajian sosiologis terkait relasi antara narasi Syari’at Islam dan musik hip-hop, dengan menyoroti karya-karya Zein Panzer, rapper asal Kei, Maluku.
Menurutnya, pesan-pesan Syari’at Islam juga dapat hadir lewat narasi musik hip-hop sebagai sebuah medium, meskipun beberapa kerap memandang hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.
"Bagi saya, musik hip-hop adalah ruang ekspresi kultural yang dapat menjadi sarana dakwah dan penegakan nilai-nilai Syari’at Islam di tengah masyarakat, dan Zein Panzer melakukan itu untuk masyarakat di Maluku," ucap Abraham, Senin (05/01/2025).
Disamping itu, Abraham mengharapkan agar lewat penerbitan buku tersebut, dapat memperkaya diskursus tentang Islam, budaya populer, dan ekspresi keagamaan dalam konteks lokal Maluku dan Maluku Utara, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas antara agama dan seni.
Tak hanya itu, ia juga juga menyampaikan bahwa seluruh royalti dari penjualan buku tersebut akan ia sumbangkan untuk mendukung kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Togoli, Halmahera Utara.
Diketahui, buku tersebut dilengkapi dengan prolog oleh Sultan Tidore ke-37 Husain Alting Sjah, S.E.,M.M, dan kata pengantar oleh Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Maluku Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag.,M.Pd, yang juga Wakil Bupati Halmahera Utara periode 2025–2030.
Selain itu, sejumlah tokoh juga turut memberi testimoni dalam buku tersebut, di antaranya Nazlatan Uhkra Kasuba, B.Hs.,M.Si, Prof. Sumanto Al-Qurtubi, Ph.D, dan beberapa akademisi lainnya. (Red).
Saat diwawancarai wartawan Kritikpost.id, Abraham menyampaikan bahwa buku tersebut berisi kajian sosiologis terkait relasi antara narasi Syari’at Islam dan musik hip-hop, dengan menyoroti karya-karya Zein Panzer, rapper asal Kei, Maluku.
Menurutnya, pesan-pesan Syari’at Islam juga dapat hadir lewat narasi musik hip-hop sebagai sebuah medium, meskipun beberapa kerap memandang hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai keislaman.
"Bagi saya, musik hip-hop adalah ruang ekspresi kultural yang dapat menjadi sarana dakwah dan penegakan nilai-nilai Syari’at Islam di tengah masyarakat, dan Zein Panzer melakukan itu untuk masyarakat di Maluku," ucap Abraham, Senin (05/01/2025).
Disamping itu, Abraham mengharapkan agar lewat penerbitan buku tersebut, dapat memperkaya diskursus tentang Islam, budaya populer, dan ekspresi keagamaan dalam konteks lokal Maluku dan Maluku Utara, sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas antara agama dan seni.
Tak hanya itu, ia juga juga menyampaikan bahwa seluruh royalti dari penjualan buku tersebut akan ia sumbangkan untuk mendukung kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Togoli, Halmahera Utara.
Diketahui, buku tersebut dilengkapi dengan prolog oleh Sultan Tidore ke-37 Husain Alting Sjah, S.E.,M.M, dan kata pengantar oleh Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Maluku Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag.,M.Pd, yang juga Wakil Bupati Halmahera Utara periode 2025–2030.
Selain itu, sejumlah tokoh juga turut memberi testimoni dalam buku tersebut, di antaranya Nazlatan Uhkra Kasuba, B.Hs.,M.Si, Prof. Sumanto Al-Qurtubi, Ph.D, dan beberapa akademisi lainnya. (Red).
.jpg)