![]() |
| Pdt. Arthur A. Hitiyahubessy Bersama Ketujuh Mahasiswa LSPB UKIM Ambon |
Tujuh mahasiswa Teologi UKIM berhasil menyelesaikan program Live In selama dua bulan di Jemaat GPM Maranatha Sayoang dan mendapat apresiasi dari pelayan serta warga jemaat.
LSPB merupakan salah satu komponen penting dalam kurikulum Fakultas Teologi UKIM yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester akhir.
Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung dalam pelayanan jemaat serta mengaplikasikan pembelajaran teologis yang diperoleh di bangku kuliah.
Ketujuh mahasiswa yang mengikuti program Live In tersebut adalah Michael Sohilait, Daniel Saiya, Josephus Nunumete, Toto Ranguly, Alya Loppies, Beti Henlauw, dan Yermelina Rahanwati.
Selama dua bulan, mereka hidup bersama jemaat, terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan, serta belajar memahami konteks dan dinamika kehidupan bergereja.
Ketua kelompok mahasiswa LSPB di Jemaat GPM Maranatha Sayoang, Michael Sohilait, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembelajaran mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Arthur A. Hitiyahubessy selaku mentor yang telah membimbing dan memotivasi kami selama menjalani pendidikan di jemaat ini. Terima kasih juga kepada seluruh keluarga besar Jemaat GPM Maranatha Sayoang yang telah membuka pintu rumah, memberi kami makan, serta menunjukkan kasih sayang yang luar biasa. Kiranya Tuhan memberkati setiap niat baik ibu bapak jemaat,” ungkap Michael.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Maranatha Sayoang, Pdt. Arthur A. Hitiyahubessy, menilai kehadiran mahasiswa LSPB memberi dampak positif, baik bagi mahasiswa maupun jemaat.
![]() |
| Ketujuh Mahasiswa LSPB Teologi UKIM Ambon Saat Berpamitan Kepada Warga Jemaat GPM Maranatha Sayoang |
Ia juga menyampaikan apresiasi dan doa bagi ketujuh mahasiswa tersebut.
“Kami, para pelayan dan warga Jemaat GPM Maranatha Sayoang, mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pelayanan selama berada di sini. Sukses dan berhasil adalah doa kami bagi langkah-langkah selanjutnya. Sampai bakudapa lagi,” tambahnya.
Mahasiswa LSPB Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon yang ditempatkan di wilayah Maluku Utara, khususnya di Klasis GPM Pulau-Pulau Bacan, telah menyelesaikan seluruh rangkaian program dan direncanakan kembali ke Ambon pada hari Sabtu (10/1/2026), menggunakan kapal Pelni.(RD/Red)

